Analisis Sosio-Gender dalam Pembangunan PLTS Berbasis Komunitas di Pulau Tomia, Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Bagian 5)

Home / Research & Publications / Analisis Sosio-Gender dalam Pembangunan PLTS Berbasis Komunitas di Pulau Tomia, Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Bagian 5)

Analisis Sosio-Gender dalam Pembangunan PLTS Berbasis Komunitas di Pulau Tomia, Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Bagian 5)

Desa Dete

Desa Dete bermotor dengan waktu tempuh sekitar 15 menit dari Ibukota Kecamatan, Usuku. Desa Dete terdiri dari dua dusun: Nikoloi, dan Baru. Mata pencaharian utama masyarakat adalah nelayan, sebagian dari mereka juga berprofesi sebagai petani, mereka menanam ubi kayu dan jagung.

Desa Dete hanya dialiri listri selama lebih kurang empat jam per harinya. Listrik disuplai dari generator swadaya yang dimiliki desa. Warga membayar rata-rata Rp40.000-Rp70.000 setiap bulannya untuk pemakaian listrik. Listrik masih dipergunakan untuk penerangan dan hiburan. Desa ini memiliki potensi ekonomi berupa hasil laut, tidak adanya listrik membuat tangkapan nelayan tidak optimal, karena hasil tangkapan tidak bisa bertahan lama tanpa adanya es batu dan lemari pendingin. PLTS Berbasis Komunitas diharapkan dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Dete.

Bersambung ke bagian enam

Desa Dete dialiri Listrik Hanya Selama 4 Jam. Pembangunan PLTS  Nantinya Diharapkan Memberikan Kehidupan yang Lebih Baik bagi Masyarakat di Desa Dete.

Recent Posts
Hubungi Kami

Silahkan isi pertanyaan, saran dan kritik anda, terima kasih.

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search

desa-kulati